Jelang Ramadhan, Korban Banjir Simpang Jernih Terancam Tanpa Hunian, Pemerintah Diminta Jangan Lamban

TRIBUN PUBLIK

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:07 WIB

5048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur — Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Simpang Jernih meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Sejumlah desa terdampak parah, di antaranya Desa Batu Sumbang, Desa Pante Kera, dan Desa Rantau Panjang. Hingga kini, banyak warga yang kehilangan rumah masih bertahan di kondisi serba darurat.

Menjelang bulan suci Ramadan, kekhawatiran semakin besar. Agus Suriadi, Sekretaris Jenderal DPW Fanst Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, dengan tegas meminta pemerintah tidak lamban dan tidak abai terhadap nasib para korban banjir. Jumat, 2 Januari 2026.

“Jelang bulan puasa, jangan ada lagi masyarakat yang belum terdata untuk ditempatkan di hunian sementara. Negara tidak boleh kalah cepat dengan penderitaan rakyatnya,” tegas Agus kepada media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, meski tenda darurat dari BNPB telah masuk ke wilayah terdampak, kondisi tersebut tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang, terutama bagi warga yang rumahnya hanyut total.

“Tenda darurat hanya bersifat sementara. Yang kami tuntut adalah percepatan pembangunan hunian yang layak. Jangan biarkan rakyat menjalani Ramadan di bawah terpal tanpa kepastian,” ujarnya.

Agus menegaskan, pemerintah pusat maupun daerah harus bergerak cepat dan konkret, bukan sekedar pendataan di atas kertas. Ia menilai keterlambatan penyediaan hunian sementara dan hunian tetap sama saja dengan membiarkan korban terus menderita.

“Ini soal kemanusiaan. Kalau negara lambat, maka rakyat yang menanggung akibatnya,” tambahnya.
Ia juga meminta agar seluruh korban benar-benar didata secara transparan dan menyeluruh, agar tidak ada warga terdampak yang tercecer dan terabaikan. (*)

Berita Terkait

Desakan Penyelidikan Dana Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Menguat, Kaperwil Mitrapolisi Aceh Minta APH Bertindak
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan
Sebulan Lebih Pasca Banjir Bandang Aceh Timur, Ketua PW FRN Aceh Soroti Masih Banyak Warga Bertahan Tanpa Peralatan Dapur Jelang Bulan Suci Ramadhan
Konferensi Pers Tanpa Pers, Bupati Aceh Timur Dinilai Tutup Mulut dan Abaikan Media
Organisasi Wartawan di Aceh Timur Deklarasi dan Bentuk Aliansi Kawal Rehab Rekon Pascabencana Banjir Aceh
Prestasi Drumband Pelajar Aceh Timur Mengalun Meriah, Medco E&P Turut Menguatkan Langkah Mereka

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:28 WIB

46 Knalpot Brong Dimusnahkan, Polres Aceh Tenggara Tegaskan Komitmen Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 16 September 2026 - 10:52 WIB

Tokoh Muda Rudi Tarigan: Apresiasi Tinggi Kinerja Kapolres dan Kasat Narkoba Aceh Tenggara

Selasa, 15 September 2026 - 01:20 WIB

Kapolsek Bambel Jadi Irup di Pesantren Darul Iman, Tekankan Disiplin dan Kesadaran Hukum Pelajar

Senin, 14 September 2026 - 11:51 WIB

Saku Celana Berisi 37 Paket Sabu, Satu Orang Pengedar Diamankan Polres Aceh Tenggara

Minggu, 13 September 2026 - 23:04 WIB

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu di Lawe Alas, 30 Paket Diamankan

Kamis, 10 September 2026 - 12:24 WIB

Tak Butuh Waktu Lama, URC Satreskrim Polres Aceh Tenggara Amankan Pelaku Curi Motor

Rabu, 9 September 2026 - 16:36 WIB

Polres Agara Musnahkan Narkotika Hasil Pengungkapan Kasus, Bupati Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara

Rabu, 9 September 2026 - 13:55 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Sambangi Polsek Lawe Bulan, Pantau Langsung Kesiapan Personel dan Kondisi Mako

Berita Terbaru