Profesor Sutan Nasomal (Worning) Ke Presiden RI Agar Perintahkan Aparat Awasi Importir Luar Negeri Agar Negara Tidak Dirugikan Puluhan Ribu Trilyun !!! ;

TRIBUN PUBLIK

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 02:59 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,22 Juni 2026 Presiden Bapak Haji Prabowo Subianto saya harapkan menghindari bocoran akibat gigitan tikus berdasi yang bermain dalam link eksportir infortir keluar negeri maupun kedalam negeri perlu segera urgent dibentuk lembaga khusus dalam mengantisipasi permasalahan eksportir dan Importir dalam luar negeri “, jelas Profesor Doktor KH Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Intrnasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Yong Indonesian Advocate menjawab pertanyaan puluhan pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri di kantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka dibilangin Komplek Koppasus Cijantung Jakarta 20/6/2026 via telpon selulernya.

Sangat mengejutkan bila Negara Indonesia di RAMPOK melalui EXPORT IMPORT perdagangan keluar negri. Kehilangan uang 16000 trilyun lebih dari hasil investigasi oleh PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO bersama team senyap dengan angka yang mencengangkan melalui underinvoiccing, transfer dan undercounting atau penyeludupan dari penjelasan PBB terjadi miror statistik.

Contoh : Indonesia kirm batu bara 15.000 Ton tetapi dilaporkan oleh oknum petugasnya batu bara yang di kirim hanya 5.000 Ton ke negara lain. Semua data laporan yang ada di negara Indonesia pengiriman barang ke luar negri tetapi tidak sama dengan hitungan di negara penerima. Selisih lebih 50%. Maka pihak luar negri di perkaya oleh para oknum tikus yang meloloskan hasil kekayaan sumber daya Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di pelabuhan Indonesia Oknum tikus ini bermain dan melegalkan semua cara agar kaya di kelompoknya. Bahkan semua meja di birokrasi Indonesia yang selama puluhan tahun meloloskan semua kekayaan sumberdaya alam Indonesia untuk memperkaya negara lain dan memperkaya kelompoknya saja selama mereka punya peluang.

Artinya Tikus Tikus oknum dalam birokrasi Export Impor telah membocorkan Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia seperti Biji Besi, Nikel, Timah, Batu Bara, Boxit, Kayu, Emas, dengan total kerugian Puluhan Ribu Trilyun di kalikan 60 tahun.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media : Tidak ada yang berani membongkar permainan kotor ini selama 60 tahun dan di biarkan para Oknum Tikus menjabat posisi penting menjadi kaya raya di masing masing jabatan. Bahkan rekening gendut di Singapura atau Eropa dan negara negara lainnya adalah hasil oknum tikus birokrasi Export import.

Saat ini Hutang Negara menenggelamkan nasib 280 juta masyarakat yang di paksakan membayar hutang negara dengan naiknya semua macam macam Pajak serta berbarengan dengan kenaikan semua harga harga di pasar dan tiap berganti tahun beban di pikul masyarakat semakin berat.

Dilema kasus kasus besar oknum tikus yang kaya raya mengeruk sumber daya alam Indonesia yang tidak tersentuh hukum. Pertanyaannya mereka oknum tikus itu mungkin ada di pelabuhan Indonesia atau oknum beucukai, oknum kamardagang Indonesia, oknum Deplu, oknum Pajak dll menjadi satu group dengan oknum tikus oligarki. Siapa saja para oknum tikus ini harus di jawab oleh Pemerintah Indonesia saat ini.

Bila semua sumber daya alam Indonesia dikelola orang jujur maka semua masyarakat Indonesia bisa di gaji 20 juta perbulan Tampa perlu kerja dari Pemerintah Indonesia. Tetapi para oknum tikus ini telah merampok selama 60 tahun.

Narasumber: Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocate (PAMID), Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS. (*)

Berita Terkait

Pengamat Tolak Penggiringan Opini Terhadap Budi Arie, Jangan Potong Percakapan dan Framing Sepihak
Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Sikapi Dugaan Korupsi Proyek BP2TD Mempawah Jadi Sorotan, Warga Desak Penanganan Transparan dan Tuntas
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Bentuk Datgas Pertanahan Terlibat KasusbTanah Tidak Penjarakan Segera!!!
Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029
Oknum Kombes Terkait Kasus Korban Pencurian yang Menjadi Tersangka Merupakan Jaringan Mafia
Kasus Korban Pencurian Usai Menangkap Pelaku Pencurian Jadi Tersangka dan Dpo Ditanggapi Pemerintah Republik Indonesia dan Mabes Polri
PW GPA Jakarta: Jangan Percaya Hoaks, Kepala BGN Fokus Perkuat Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Kapolres Bersama Waka Polres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Usai Apel Pagi, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Gaktibplin, Disiplin Personel Jadi Perhatian

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Peredaran Ganja Dibongkar, Polres Aceh Tenggara Amankan 3 Pelaku dan 708,82 Gram Barang Bukti

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Informasi Warga Ditindaklanjuti, Tim Gabungan Polres Aceh Tenggara Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Lawe Alas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Bukan Hanya Mengatur Jalan, Polres Aceh Tenggara Jadi Pelindung Anak Saat Berangkat Sekolah

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat

Berita Terbaru